Recent post
Tampilkan postingan dengan label Hot Tea (With Milk). Tampilkan semua postingan
Good night, readers! Gimana hari Senin kalian? Menyenangkankah? Ada banyak hal baik terjadi kah? W harap begitu ya, as W pun mengalami hari yang cukup menyenangkan juga. Dan jangan lupa Senin itu hari yang paaaaanjang. W pun juga begitu readers, ini hari panjang banget, sampai W pun merasa nggak ada kerjaan dan mulai mengupdate blog. Huehuehue...
Hari ini W lumayan going places sih... Setelah W pergi ke rumah sakit untuk kontrolin nih mata W, W pergi ke toko buku. Weiits, bukan mau beli novel niiih. Tapi buat beli buku EYD. Yaaa! Buku EYD. Bingung ya ceritanya denger mahasiswa Manajemen Informatika beli EYD. Jadi semester ini W ada matakuliah Bahasa Indonesia nih. Ya, hitung - hitung biar para mahasiswa ini bicara bahasa Indonesia yang baik dan benar baik EYD versi Yus Badudu maupun Anton Hilman nggak kayak bahasanya blog ini.
Oh, ya. Setelah itu W pergi ke Saboten lagi lhooo! Ingat nggak waktu di post sebelumnya W makan di sana? Ini niih, di post One Day, in A Sheep New Year. Tapi kali ini W pesen menu yang beda lagi loooh...
Yang pertama W pesen Black Pepper Teriyaki yang oke punya. Harganya 17 rebu atau 17 ribu 500 W lupa, hahaha. Padahal baru tadi ya ke sananya. Oh, ya ini penampakannyaa...
Seperti biasa maaf ya kualitas gambarnya jelek. Maklum lah ya, W nggak punya HP atau kamera yang kinclong punya. Jadi itu ada nasinya. Di atas nasinya ada Black Pepper Teriyakinya sama salad yang biasa ada di restoran - restoran Jepang gitu. Rasanya enaaak, walaupun harus tahan sama bau mericanya yang agak strong. Tapi W suka kok aroma black peppernya.
Yang kedua, W pesan drink cantik lagi nih di Saboten. Kali ini namanya adalah Sparkling Sakura! Harganya lumayan laah, 9 rebu ajaa. Ini penampakannya...!
Aiiih cantik warnanyaa yaaa. Rasanya juga nggak beda kayak Green Sky Harajuku yang kemarin sih, cuma ini pake sirup (sepertinya) strawberry sama melon gitu.
Ada lagi niiih, punyanya temen W yang berhasil W foto juga (and W take a sip juga sih...). Dia pesen Fanta Float. Lupa deh harganya berapa. Pokoknya penampakannya begini...
Yah, it's a Fanta. With an ice cream floating on it. Dan rasanya lumayan. Rasa Fanta. Pake ice cream float. Hahaha...
Maaf ya jadi OOT. Padahal judul postnya aja udah beda jauh, hahaha. Gapapa ya, toh kan labelnya jadi satu sama W's Nomnom Spree...
Kembali ke judul post ya....readers pernah nggak punya temen atau kenalan yang cerita ke readers bahwa dia suka sama orang ini, eeh, besoknya dia bilang dia suka temen lain lagi. Atau yang lebih parah lagi dia bilang mau bantu kalian ngerjain tugas, eeeeh, ternyata beberapa menit kemudian dia bilang sibuk, dan parahnya lagi ternyata dia CUMA yayang - yayangan sama pacarnya?! Kan taii...
Orang - orang plin - plan memang menyusahkan ya, guys. Adaaaa aja tingkahnya (terutama omongan) yang bikin bingung dan nggak jarang membuat kita pengen berekspresi seperti ini :
W kali ini akan membeberkan kiat - kiat untuk men-tackle orang yang kayak gitu nih readers, siap yaa...
1. Cuekin Aja!
Well, ini sih buat temen yang plin - plannya nggak terlalu akut sih, masih sekali dua kali bolehlah dikasih cara ini. Siapa tahu juga dia emang ada urusan mendadak seperti yang dia omongin itu. Kalau dia temen yang tahu diri sih, bakalan minta maaf atau ntar kayak gini laah...
Nanti juga kalau dia butuh bakalan nyadar sendiri. Tapi kalau setelah itu dia masih tetep plin - plannya hati - hati loh readers! Itu bisa aja tandanya dia cuma manfaatin kamu doang, alias datengnya cuman pas butuh ajaaa!
2. Tegur!
Kalau udah agak akut sih, nggak ada salahnya lagi kamu bilang sama temen kamu itu jangan bertingkah kayak gitu lagi. Masak dari 3 janji ada 2 janji yang dia batalin dengan berjuta alasan sih? Dibilangin aja dengan baik. Disindir juga boleh, tapi kalau orangnya nggak peka a.k.a agak oon sih boleh juga dimarahin dengan cukup severe.
Tapi ya nggak gini - gini juga kali marahnya...
3. Kerjain Aja Sekali - Sekali
Udah berapa kali nih dalam bulan ini temen kamu itu batalin janji geng kalian untuk hangout bareng? Parah banget. Sampai semua anggota gengmu yang lain bete dan ujung - ujungnya batal terus. Cara nge-tackle-nya? Daripada kalian yang lain bete terus bikin janji aja lagi. Kalau dia in last minute tiba - tiba batalin aja acaranya? Ya udah, kalian jalan aja. TANPA DIA. Dan untuk sentuhan yang manis, saat kalian bareng - bareng sama si plin - plan (entah itu di sekolah, kampus, atau tempat kerja), kalian cerita - cerita lagi keseruan kalian waktu hangout itu. Huehuehue, tinggal dia aja yang nyadar apa nggak.
4. Ditch Aja deh Dia dari Lingkungan Hangout Kalian
Well, ini cara terakhir dan lumayan kejam sih. Dan cuma bisa dipake kalau semua cara di atas nggak mempan buat nyadarin dia, apalagi dia ngerasa punya dosa juga enggak, kan taiii...
Cara terakhir ya gitu, jangan temenan sama dia lagi deh. Atau kalau emang kalian segeng kasihan sama dia kalau dijauhin ya tetep aja temenan sama dia. Cuma kalau kalian hangout, sebisa mungkin jangan involved or involving dia deh.
Oh ya, readers. Kalian pada nggak punya tugas nih malam ini? Apa jangan - jangan besok kalian libur? Atau meliburkan diri? Yah, apapun itu, stay living your life happily ya sobat! :)
Good night everybodeeeh, lagi ngapain kalian? Kalau W sih obvious banget ya...apalagi kalau nggak update blog paling moody se-parallel universe ini. Dan ngegame. 80% habis ngepost ini, which means saat ini saat sedikit reader yang ada sedang membaca post ini, W pasti sedang ngegame. Yah, mau gimana lagi, namanya udah ketagihan. Jangan ditiru ya...
Now I want to talk about happiness. Kebahagiaan. Apa itu kebahagiaan? Kebahagiaan atau kegembiraan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kecukupan hingga kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan yang intens. Courtesy Wikipedia neeeh.
Intinya sih, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang bisa membuat kita bahagia (?) Yaelah, masa hal yang udah dasar banget harus dijelasin lagi sih? Gak mungkin dalam hidup kalian semua ini nggak pernah ngerasain bahagia dalam hidup kan? Kalau sampai kalian nggak pernah bahagia, gawat. Datengin psikiater sana (?)
Bagaimana cara kalian bahagia? Banyak. Olahraga? Cool. Shopping? Fine. Reading? Hot! Hahaha. Baaaanyak cara kalian mendapatkan bahagia. For happiness is something you make. Bahagia itu simple, istilahnya.
Bagi W, yah, bahagia itu simple, yet full of responsible. Simpel, bahagia itu artinya bebas melakukan sesuatu yang kita senangi. Bebas ngelakuin hobi, gitulah kasarannya. Seperti W, W sejak dulu punya passion yang nggak biasa dalam membaca. Not that many, but I have read tons of books. Yah, meskipun W cuman suka baca novel sih. Ini aja W lagi kekurangan novel dan pingin novel shopping spree. Dan seperti yang bisa dilihat, di blog ini ada sesi Novel Review, kan? Dengan itu W bisa bagitau nih, novel - novel yang udah dibaca W dan yang RECOMMENDED by W gitu.
Ada lagi, W punya kesenangan menulis. Walaupun tulisan W jelek dan W agak nggak disiplin sama hobi yang satu ini. Sekarang juga W juga mulai aktif ngeblog lagi nih. Jadi support me ya..hahaha.
W juga suka main game sama makan - makan. Food gulpers and gaming person! Come and give me high five! ^^ Walaupun efeknya W jadi sering bokek dan kurang tidur gara - gara ngegame, baca (beli) novel dan makan - makan. Yah, again I say, as long as for your happiness, keluar duit dikit nggak apa - apa laah...(Padahal udah keluar duit banyak T.T)
Why does I include responsible in this post? Because, Be responsible lah! Hobimu ya hobimu. Aslinya, bertanggungjawab atas kebahagiaanmu itu adalah inti dari post ini. Jangan sampai kebahagiaan kalian merugikan diri kalian sendiri, apalagi merugikan orang lain.
Pertama ya, I'd say, jangan sampai saking asyiknya kalian mengejar kebahagiaan kalian, kalian sampai melupakan norma - norma dan batas - batas normal. Contoh konkritnya nih, jangan sampai saking asyiknya ngegame kalian jadi lupa makan, lupa belajar, lupa kalau kalian punya kehidupan lain selain kebahagiaan kalian, apalagi sampai meninggal kayak yang cukup sering diberitakan gara - gara ngegame, hiiii...
Kedua, don't choke your happiness to be other's happiness. Gara - gara lu suka baca, terus lu paksa semua temen - temen lu buat baca gitu? Apalagi sampai lu hina - hina hobi orang lain. Itu mah bangsat banget. Hormati kebahagiaan orang lain.
Next, don't f*cking ruin other people's happiness dengan alasan APAPUN. Kecuali kalau kebahagiaan kalian itu merugikan orang lain ya, misalnya ngebom mall gitu. Curhat dikit nih, W kan suka game online ya, dan secara etik, identitas asli kita itu sebaiknya nggak perlu disebar - sebar in game, kecuali orang itu emang kenal kalian gitu, atau it up to your choice lah, mau nyebar identitas asli atau gaa. Tapi kalau kalian merusak kesenangan orang lain entah itu dengan kata - kata dan tindakan, With any reason, you deserve a special place in hell. Loh, apa hubungannya dengan curhat tadi? Nggak tahu juga. Abaikan aja lah...
Good night, all! Nggak biasanya nih W post malem - malem gini. Baru sempatnya jam segini sih.
Jadi apa nih yang mau W tulis? Kok ada nama orang di judul? Pliiiis, itu Mark-Nilai, bukan Mark-Zuckerberg or Mark - Mark lainnya.
Jadi gini, W curhat sedikit ya. Hasil beberapa mata kuliah buat semester ini udah keluar nih. You guessed what? Bisa jadi bener, bisa jadi enggak. Yang jelas, 'performa' W semester ini nggak bagus deh. Hasilnya cukup bikin kecewa W :'(.
Padahal selama ini W bukan penganut 'Nilai adalah Segalanya', tapi entah kenapa kok ngelihat nilai yang agak anjlok gitu bikin sedih juga. Nah itu yang mau W omongin.
Jadi ya, ada beberapa prinsip yang lazim kita temui pada Siswa/Siswi maupun Mahasiswa/Mahasiswi. Apa aja itu? Check this out!
- Yang pertama penganut prinsip 'Knowledge is Everything'. Orang dengan prinsip ini adalah orang yang selaluuuuuu belajar. Whenever you ask him/her or whenever you check them out, yang terlihat atau yang mereka jawab adalah 'belajar'. Orang tipe ini biasanya terlalu memaksakan diri (walaupun dalam banyak kasus emang mereka orang pintar) buat belajar sampai - sampai kegiatan lain pun tak ada. Pulang sekolah/kuliah udah sore, masih ditambah les, belum lagi ntar pulang ke rumah masih ngerjain PR, belum lagi ntar habis ngerjain PR masih belajar lagi buat besoknya. Huaaah, cape deee...Tapi bukannya orang dengan tipe ini nggak baik juga loh ya, bisa jadi mereka adalah ilmuwan - ilmuwan masa depan.
- Yang kedua menganut prinsip 'Marks
Zuckerbergis Everything'. Orang yang mendewakan nilai lebih dari apapun. Teoritis, istilahnya. Mereka dengan cara apapun bakalan mengejar apa yang dinamakan nilai. Banyaknya sih belajar, which is good ya, tapi ada juga loh yang demi apa mereka ini suka nyontek temennya waktu ujian, but kampretly, mereka nggak mau dicontekin. Bangke banget kan? Sampe ada guru/dosen ngasih dia nilai kurang dikit aja, B misalnya, mereka bakal protes berat seolah - olah merekalah yang bikin 1000 arca di Candi Prambanan. Padahal tingkah dan efforts mereka biasa - biasa aja, bahkan cenderung curang seperti di atas tadi. Super bangke. Biasanya, walaupun ends up nilai mereka paling bagus, mereka nggak begitu disukain sama temen - temen sekelas. - Yang ketiga biasanya terdiri dari banyak golongan. Ada yang dasarnya emang kurang rajin, ada yang dasarnya emang pinter, tapi mereka nggak terlalu peduli soal nilai ataupun ilmu, ada juga yang sebenarnya emang bego, tapi sok - sokan ceramahin temennya soal ngejar nilai tuh nggak baik, yang penting ilmunya. Cukup bangke juga, tapi biasanya mereka ini adalah party animal atau orang yang hobi banget main ketimbang belajar. Prinsip hidup mereka adalah 'Knowledge and Marks is Important, but Hang Out is
ImportanterMore Important'.
Lemme say, setiap orang berbeda - beda, cuma emang anggapan mereka tentang ilmu dan nilai itu berbeda. Jadi mana yang lebih penting? Ilmu atau nilai? Dengan mengesampingkan skill lho ya, secara faktor satu itu emang PENTING banget.
Well, orang - orang yang bilang nilai itu lebih penting, you're not wrong. Idealis as shit banget kalau kalian bilang ilmu itu lebih penting. Sekarang coba, kalau di ijazah atau transkrip nilai kalian ada yang buruk. Ketika kalian ngelamar kerja, otomatis sebelum tes wawancara HRD or whatev in charge pasti ngecek CV kalian dong? Bayangin bertebaran nilai C(Masih mending) atau bahkan D di catatan kalian. Dijamin mereka yang ngecek bakal ngerutin dahi dan bilang "Berani banget ni anak ngelamar kerja di sini? Di posisi XXX(posisi yang kalian lamar) pula.". Dan kemungkinan besar kalian bakal di-ditch sebelum tes wawancara.
Jadi nilai itu lebih baik dari ilmu? That is not quite right. Katakanlah kalian lolos tes wawancara dan akhirnya dapat pekerjaan yang kalian inginkan. Without knowledge, how will you do your job which is, kita anggep aja scope kerja kalian sama dengan ilmu yang kalian pelajari sebelumnya? Pake ijazah/transkrip nilai doang? NGIPI! Yang ada kalian bakal bengong di tempat kerja karena nggak tau musti ngapain dan akhirnya ya, di-ditch juga. Ketahuan deh kalau kerjaannya nyontek waktu sekolah/kuliah.
Jadi keduanya penting kah? Hmm, aside of skill aspects, iya. Berusaha, cool. Do it. Dan sisanya serahkan pada usaha itu. Diiringi usaha, nilai itu pasti mengikuti lah.
Tapi sebagai penganut prinsip hidup yang ketiga, I'll say balance your life. Kalau belajaaar terus gimana bisa tahu apa yang terjadi di sekitar? Kalau maiiin terus mana usahanya? Yahh, barangkali setelah ini W akan sedikit mengurangi hang out dan main game dan belajar sedikit -3-. Untuk nilai anjlok yang sudah terjadi ya sudah, terjadilah...
Navigation











